Seiring dengan perkembangan teknologi, perpustakaan tidak hanya bisa dikunjungi secara fisik dengan mengunjungi gedung perpustakaan yang kemudian meminjam buku secara manual, tapi kini dapat dijelajahi di dunia maya dengan mengunjungi perpustakaan secara online di internet. Begitu juga kita bisa baca buku tanpa harus membeli atau meminjam buku ke perpustakaan, cukup meng klik judul buku (e_book), dalam hitungan menit bisa diperoleh berbagai informasi di penjuru dunia

PRESS RELEASE

Melalui blog ini kami ingin berbagi informasi dan pengetahuan, dengan menyediakan e_book, artikel-artikel, daftar pustaka dari koleksi perpustakaan yang kami kelola. Perpustakaan ini juga menyediakan bahan bacaan untuk masyarakat sekitar dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan minat baca masyarakat. Melalui perpustakaan online ini kami juga berharap partisipasi anda dengan mengirimkan e_book, resensi buku, artikel karya sendiri atau saduran serta membantu pengadaan buku untuk melengkapi koleksi perpustakaan dengan mengikuti program AYO SUMBANG/TITIP BUKU
Tampilkan postingan dengan label Cuaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuaca. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Oktober 2010

Cuaca Ekstrim 2010

Musim di Indonesia saat ini sedang tidak menentu. Data dari BMKG menunjukkan bahwa saat ini kita tengah dilanda La Nina dan pada bulan Agustus 2010 ini sedang terjadi pula pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan.

Dikatakan lebih lanjut bahwa cuaca di tahun ini adalah yang teresktrim sejak 1998, bahkan lebih aneh dan lebih ekstrim dari tahun 1998. Suhu muka air laut meningkat mempercepat terjadinya penguapan yang membentuk awan hujan. Sehingga hujan terus menerus terjadi di berbagai daerah.

Cuaca ekstrim bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Seperti yang kita lihat di Pakistan, banjir besar yang disebabkan curah hujan yang sangat tinggi telah mengakibatkan jutaan orang mengungsi dan tercatat 1.600 jiwa menjadi korbannya. Sementara di Rusia, gelombang panas yang melebihi batas normal dengan suhu 38 derajat celcius telah menewaskan 700 orang per hari. Mereka mengatakan bahwa gelombang panas ini adalah yang terburuk selama 1.000 tahun terakhir.

Apa yang terjadi dengan bumi kita? Sudah saatnya kita peduli pada lingkungan agar alam pun bersahabat.

Cuaca Ekstrim, Waspadai Petir dan Angin Kencang

Cuaca Ekstrim, Waspadai Petir dan Angin Kencang

(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta – Jakarta akan diterjang cuaca ekstrim hingga dua hari mendatang. Masyarakat juga perlu waspada dengan potensi petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Taufik Hidayah mengatakan sampai dua hari ke depan masih akan terjadi cuaca ekstrim yang berhubungan dengan pancaroba.

“Dua hari ke depan masih akan terjadi cuaca ekstrim. Biasanya kalau memasuki musim pancaroba seperti ini, itu hal yang wajar saja,” katanya di Jakarta Kamis (8/6).

Jika saat ini panas, namun tiba-tiba hujan juga merupakan hal yang normal. Taufik mengatakan terjadi konversi panas jadi awan, berkumpul dan kemudian menjadi hujan.

Pancaroba juga membuat sulit memprediksi cuaca, karena faktor lokalnya sangat kuat. “Sebagian besar di daerah-daerah memang sangat kuat lokalnya, seperti di Jakarta beda antara Jaksel dengan Jakut, jadi agak sulit diprediksi karena faktor lokalnya sangat kuat sekali,” tuturnya.

Untuk Jakarta sendiri hari ini akan terjadi hujan namun tidak merata. Hujan akan dimulai dari Jakarta Selatan ke Jakarta Barat dan ke wilayah lain.

"Untuk siang dan sore hujan bisa terjadi di wialyah selatan, barat, timur dan pusat. Untuk Jakarta Utara masih ada potensi hujan untuk nanti malam dan dini hari namun ringan,” katanya.

Taufik juga mengingatkan untuk mewaspadai petir dan angin kencang.

“Diwaspadai saja potensi petir, kilat dan angin kencang masih ada namun durasinya singkat, hujan lebat juga masih ada namun durasinya singkat antara 1-2 jam saja,” ujarnya.[ito]

Cuaca Ekstrim Akan Bertahan Sepanjang Pekan

Cuaca Ekstrim Akan Bertahan Sepanjang Pekan
Sabtu, 25 September 2010 | 20:56 WIB

TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan cuaca ekstrim masih akan bertahan sepanjang pekan ini. "Hujan deras akan terus turun di sore hari, terutama di akhir pekan ini," kata Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian kepada Tempo, hari ini.

Daerah yang akan terkena cuaca ekstrim ini melingkupi seluruh Jawa, Sumatera bagian Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, serta Sorong, Timika, dan Biak di wilayah Papua. Cuaca ekstrim ini terjadi karena siklus basah dan kering yang terlalu cepat akibat La Nina dan pemanasan global. "Sekarang sudah masuk periode basah yang membawa kumpulan awan, tapi suhu muka laut tinggi," ujarnya.

Suhu muka laut yang tinggi ini bahkan disebut Edvin sebagai anomali. "Suhunya 1 derajat Celcius di atas normal." Kejadian anomali ini lebih banyak di Indonesia bagian Timur, yaitu di Selat Makassar, Laut Banda, dan Laut Arafura. "Normalnya 26-27 derajat Celcius, sekarang 30 derajat Celcius," kata dia.


Bukan hanya di laut Indonesia bagian Timur, anomali juga terjadi di laut bagian Selatan Sumatera dan laut bagian Selatan Jawa. Suhu laut di wilayah ini juga mencapai 30 derajat Celcius, di atas suhu normal sebesar 28-29 derajat Celcius. Cuaca ekstrim ini, kata Edvin, menyebabkan gelombang laut tinggi hingga di atas tiga meter. Cuaca ekstrim akan merata di seluruh wilayah Indonesia. "Cuma Selat Karimata dan Laut Cina Selatan yang relatif aman,"katanya.

PUTI NOVIYANDA

Cuaca Ekstrim Dipengaruhi Ketinggian Pembentukan Awan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Cuaca ekstrim yang menghampiri Indonesia saat ini ditandai dengan hujan terus menerus salah satunya disebabkan ekspansi vertikal ruang pembentukan awan di lapisan troposfer Indonesia.

''Tinggi ruang bertambah empat kilometer,'' jelas Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sri Woro Budiati Harijono, usai Rapat Koordinasi Antisipasi terhadap Iklim dan Cuaca Ekstrim di Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Jakarta, Senin (4/10).

Ruang pembentukan awan tersebut sebelumnya setinggi 13 kilometer. Dan saat ini ruang tersebut bertambah tinggi menjadi 17 kilometer. Di ruang tersebut terjadi pembentukan awan.''Pembentukan awan di ruang tersebut mendorong curah hujan yang tinggi,'' tutur dia.

Sementara di sisi lain temperatur laut juga mengalami peningkatan. Panas laut tersebut mendorong pembentukan awan di lapisan troposfer yang menyebabkan curah hujan semakin tinggi.''Saat ini temperatur laut naik 0,5-1 derajat celcius,'' kata Sri Woro. Namun kenaikan temperatur ini belum tergolong ekstrim karena penyimpangan suhu masih di bawah tiga derajat celsius.

Dalam kondisi seperti ini, tambah Sri Woro seluruh wilayah Indonesia akan terdampak. ''Yang paling berdampak terutama yang banyak pegunungannya karena membantu pembentukan mata air,'' tutur dia. Sedangkan curah hujan yang tinggi juga disebabkan La Nina. Dampak La Nina paling awal dialami wilayah Sumatra dan yang paling belakang kawasan timur.